Kembali ke Lingkaran Dewasa

Perlahan dan pasti nampaknya memilih pada jalan yang pernah terlukis adalah pilihan. Dulu pernah terlintas untuk menurunkan standar dalam menciptakan relasi agar dapat memperkecil dampak kesenjangan. Namun kadang sering disalah arti. Mungkin karena terlalu mengikuti saran sang teman yang berada jauh disana. Namun semua saran tersebut kadang terlalu risih untuk dijalani.

Saya adalah saya, yang dulu tak pernah terlintas untuk memperoleh pengakuan. bergerombol adalah sesuatu yang selalu dihindari karena tidak ingin menjadi bagian dari kawanan siapapun. Pengalaman pernah bercerita bahwa saat kita jatuh, bukan mereka yang menghampiri namun seseorang yang peduli dalam diam, yang tak bosan mengingatkan dalam nasehat sederhana, dan tak pernah menilai kesetiaan teman hanya karena undangan selebrasi yang penuh basi.

Kini pilihan kembali diam, menatap buku, menulis rangkaian kalimat diri adalah pilihan rasional sambil menanti teman seperjuangan kembali hadir mengisi sisa waktu yang dimiliki. Karena dewasa bukan berati diakui namun memilih bijak pada jalan dan kesempatan yang diberi oleh Tuhan yang maha tahu.

Terimakasih diri yang telah mencoba.

=Renungan pasca pertemuan dengan rekan peneliti senior, sudirman=

Posting Komentar

0 Komentar