Mengenal dunia anak-anak, seperti menyibak samudra kenangan yang pernah aku lewati. Setiap aksi mereka yang lucu, sedih, takut, atau berbicara dengan artikulasi yang belum jelas seperti membawaku pada rangkaian waktu yang panjang dimana aku pernah melewatinya.
"aku pun dulu sama seperti mereka jua, atau bahkan lebih asyik lagi karena tidak ada yang namanya TV, Gedget atau bendah-bendah modern lainnya" pikirku...
Kenapa ya masaku dulu kayaknya lebih asyik? hemm, mungkin karena alam sekitar menjadi media bermain yang bebas dan menyenangkan. Bermain dengan lumpur, berenang di sungai yang mengalir bebas atau bahkan lomba nangkap capung disemak belukar.
Kadang akupun ketawa sendiri, mengenang masa itu dimana aku begitu polosnya (telanjang bulat) mandi di sungai sambil menyelam, tiba-tiba setelah usai mandi pakaian ku hilang. "Danco" sopo iki sing ngerjain aku...hehe ternyata baju itu dibawa temanku dan diletakkan di ranting pohon...wow, malunya setengah tiang, saat aku mengambilnya dalam keadaan badan yang tidak ideal (telanjang hee) terus ada ibu-ibu lewat. haha..untungnya sebelum manjat, muka dan seluruh badan aku lumuri dengan lumpur. Jadi rupaku tidak akan kelihatan jelas..haha...
Belum lagi mengenang harga jajanan yang murah meriah. uang jajanku bahkan seminggu ga lebih dari 500 perak (Rp 500), tapi dengan uang segituh aku bisa membeli jajanan apa saja (menu kampung ala kadarnya). Ada kerupuk sambal, cendol, getuk, jagung rebus, ubi goreng, kacang rebus, es mayasari (merek sirup jadul) dan lainnya.
Mungkin situh juga mengalami hal yang serupa kan?..walau mungkin malu untuk mengakuinya..haha
0 Komentar