Mungkin Jua Pupus




Kelabu dalam hiruk pikuk keramaian
Mataku menatap kosong terbingkai perseteruan
Sekedar merubah arah dari barat menuju selatan
Kukira semudah menggerakkan jari tangan
Nyatanya berat rasa selalu tak terelakan

Kian waktu tak ada lagi yang tersisa
Melemah dihamparan kering asa
Kesunyian semakin sulit sirna
Dan entah apa dan siapa, ataukah tak lagi layak tanya

Lembayung terbungkus embun hening
Dingin, lembab atau sinar yang berpaling
Bahkan rasa yang terlalu genting
Entahlah senyapku kian terpelanting
Diantara pilihan yang makin berdenting
Menusuk telinga kian angkuh dalam bising

Layar terhampar polos dan menggantung
Berayun-ayun penuh riang dan rasa untung
Tak jua menaruh rasa curiga yang terselubung
Kiranya rasa sudah  menemukan walau sepuntung
Dalam perjalananku yang panjang nan  berdayung

Namun skejap smua pupus bahkan hangus
Pikirku mungkin jua pupus
Atau biarlah asa tetap fokus
Agar tiada lagi yang terhapus
Walau sebagian krikil tetap menggerus


By Syambadaba

Posting Komentar

0 Komentar